PAGU DANA DESA KE DESA TAHUN 2020 - 2030
DANA DESA (DDS) KABUPATEN KARANGASEM 2020–2030
Keterangan: Grafik data Dana Desa Ke Desa dari tahun 2020–2030.
REALISASI DANA DESA 2025
REALISASI DANA DESA TAHUN 2025
B L T
KETAHANAN PANGAN
STUNTING
PERUBAHAN IKLIM
POTENSI&UNGGULAN DESA
PEMANFAATAN TI
PKTD
NONEARMARK
Pencarian
LIVE
PAGU DANA DESA PER DESA TAHUN 2026
SALUR DANA DESA TAHAP I& II
DATA KPM BLT DD 2026
DATA KPM BLT DD Tahun 2026
Senin, 14 September 2026
Workshop Pendampingan Penyusunan Penganggaran PRB-API di Tingkat Desa Digelar di Amed, Karangasem
Senin, 27 Juli 2026
TAPM Kabupaten Karangasem Ikuti Dialog Kebijakan Integrasi PRB dan API untuk Memperkuat Pembangunan Desa Tangguh
**Klungkung, 28 Juli 2026** – Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Karangasem menghadiri **Dialog Kebijakan dan Diseminasi Hasil Kajian Kebijakan Integrasi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dan Adaptasi Perubahan Iklim (API)** yang diselenggarakan oleh Yayasan IDEP Selaras Alam melalui Program Bali Mandala. Kegiatan berlangsung di **Taman Alit Event Space, Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung**, pada Selasa (28/7/2026).
Dialog kebijakan ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat tata kelola pembangunan desa yang tangguh dan berkelanjutan melalui integrasi aspek Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dan Adaptasi Perubahan Iklim (API) ke dalam dokumen perencanaan dan kebijakan pembangunan desa. Kegiatan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pendamping desa, organisasi masyarakat sipil, akademisi, hingga mitra pembangunan yang memiliki perhatian terhadap isu kebencanaan dan perubahan iklim.
Acara diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan yang meliputi doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan Direktur Yayasan IDEP Selaras Alam, foto bersama, serta penyampaian tujuan dan alur kegiatan. Selanjutnya peserta mengikuti pemaparan hasil kajian kebijakan mengenai integrasi PRB, API, dan SDGs Desa yang memuat temuan utama serta rekomendasi kebijakan sebagai dasar penguatan pembangunan desa yang adaptif terhadap berbagai risiko.
Memasuki sesi dialog, peserta secara aktif memberikan tanggapan, masukan, dan klarifikasi terhadap hasil kajian. Diskusi berlangsung dinamis dengan menggali pengalaman, tantangan, serta praktik baik dari berbagai daerah guna menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif. Setelah itu, peserta bersama-sama menyusun rekomendasi kebijakan dan merumuskan rencana tindak lanjut melalui identifikasi langkah konkret, pembagian peran para pemangku kepentingan, serta peluang kolaborasi dalam mendukung integrasi PRB, API, dan SDGs di tingkat desa.
Perwakilan TAPM Kabupaten Karangasem I Komang Kutawaringin menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antar-pemangku kepentingan dalam mewujudkan desa yang tangguh terhadap bencana dan perubahan iklim.
*"Integrasi Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim dalam perencanaan pembangunan desa bukan lagi menjadi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan. Melalui dialog kebijakan ini, kami memperoleh berbagai masukan dan praktik baik yang dapat menjadi referensi dalam mendampingi pemerintah desa menyusun dokumen perencanaan yang lebih responsif, berkelanjutan, dan berpihak pada keselamatan serta kesejahteraan masyarakat,"* ujar perwakilan TAPM Kabupaten Karangasem.
Keikutsertaan TAPM Kabupaten Karangasem dalam forum ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas pendampingan kepada pemerintah desa dalam mengintegrasikan aspek kebencanaan dan perubahan iklim ke dalam dokumen RPJM Desa, RKP Desa, maupun kebijakan pembangunan lainnya. Dengan demikian, desa-desa di Kabupaten Karangasem diharapkan semakin siap menghadapi berbagai risiko bencana sekaligus mampu beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim secara berkelanjutan.
Kegiatan ditutup dengan penyampaian kesimpulan hasil dialog serta komitmen bersama seluruh peserta untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan pembangunan desa yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan di Bali.
Minggu, 26 Juli 2026
Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Penguatan Ketangguhan Bencana di Sektor Pariwisata Berbasis Komunitas Perkuat Sinergi para Pemangku Kepentingan
Karangasem, 27 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Karangasem menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Penguatan Ketangguhan Bencana di Sektor Pariwisata Berbasis Komunitas pada Senin (27/7/2026) di Jalan Taman Ujung, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali. Kegiatan yang merupakan bagian dari Activity Code 1.2.B Regular Meeting (Midterm Monitoring) ini dihadiri oleh unsur Pemerintah Kabupaten Karangasem, BPBD Kabupaten Karangasem, perangkat daerah terkait, pemerintah desa, Tenaga Pendamping Profesional (TPP), perwakilan komunitas, serta mitra pembangunan yang terlibat dalam penguatan ketangguhan bencana di sektor pariwisata.
Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Karangasem. Dalam sambutannya, Kalak BPBD Karangasem menyampaikan bahwa Kabupaten Karangasem merupakan daerah yang memiliki potensi wisata sekaligus berada pada wilayah yang memiliki berbagai ancaman bencana, sehingga diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan mitra pembangunan untuk membangun destinasi wisata yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.
"Ketangguhan bencana tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar masyarakat, khususnya yang menggantungkan mata pencaharian pada sektor pariwisata, memiliki kapasitas dalam menghadapi potensi bencana sekaligus mampu menjaga keberlanjutan sektor pariwisata," ujarnya saat membuka kegiatan.
Rapat koordinasi dan evaluasi ini dilaksanakan untuk mengevaluasi capaian program yang telah berjalan selama periode pelaksanaan, mengidentifikasi berbagai tantangan di lapangan, serta menyusun langkah-langkah strategis sebagai tindak lanjut guna meningkatkan efektivitas program. Dalam forum tersebut, peserta berdiskusi mengenai penguatan kapasitas masyarakat, peningkatan koordinasi lintas sektor, serta pengembangan praktik-praktik baik dalam pengurangan risiko bencana di kawasan pariwisata berbasis komunitas.
Melalui kegiatan ini, seluruh peserta juga menyamakan persepsi mengenai arah pelaksanaan program ke depan agar setiap kegiatan yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan mampu meningkatkan kesiapsiagaan desa-desa wisata terhadap berbagai potensi ancaman bencana.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi pemaparan perkembangan program, diskusi, evaluasi bersama, serta penyusunan rekomendasi sebagai bahan perbaikan pelaksanaan program pada tahap berikutnya. Diharapkan hasil rapat koordinasi ini semakin memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan sektor pariwisata berbasis komunitas yang tangguh, aman, dan berkelanjutan di Kabupaten Karangasem.
Selasa, 26 Mei 2026
Lokakarya Penyelarasan RPJMDes dan RKPDes Perkuat Ketahanan Iklim Desa di Karangasem
Karangasem, 26 Mei 2026 – Asia Pacific Alliance for Disaster Management (A-PAD) Indonesia bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Karangasem menyelenggarakan Lokakarya Penyelarasan Manajemen Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim dengan RPJMDes dan RKPDes pada tanggal 25–26 Mei 2026 di Puri Madha Dive Resort, Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, BPD, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), serta Tenaga Pendamping Profesional dari Kabupaten Karangasem. Lokakarya bertujuan meningkatkan kapasitas para pemangku kepentingan dalam mengintegrasikan aspek Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim (PRB-API) ke dalam dokumen perencanaan pembangunan desa.
Melalui diskusi dan penyelarasan dokumen perencanaan desa, peserta diajak mengidentifikasi program dan kegiatan yang dapat diintegrasikan ke dalam RPJMDes, RKPDes, dan APBDes. Hasil kegiatan diharapkan dapat menjadi dasar bagi desa dalam menyusun kebijakan dan program pembangunan yang lebih tangguh terhadap risiko bencana serta mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan desa yang aman, tangguh, dan berkelanjutan di Kabupaten Karangasem.
Kamis, 21 Mei 2026
Lokakarya Uji Publik dan Integrasi Dokumen Strategis PRB-API Desa Laba Sari Digelar
Laba Sari, Karangasem, 21 Mei 2026 – Dalam upaya memperkuat pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim di tingkat desa, dilaksanakan Lokakarya Uji Publik dan Integrasi Dokumen Strategis Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim (PRB-API) ke dalam dokumen perencanaan Desa Laba Sari melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus). Kegiatan berlangsung pada Kamis (21/5/2026) di Kantor Desa Laba Sari.
Lokakarya ini merupakan bagian dari proses konvergensi PRB-API ke dalam dokumen perencanaan desa guna meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana dan dampak perubahan iklim. Melalui forum tersebut, para peserta diharapkan memberikan masukan, saran, dan penyempurnaan terhadap dokumen strategis PRB-API Desa Laba Sari.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain perwakilan BPBD Kabupaten Karangasem, TAPM Kabupaten Karangasem, Satgas Kencana Kecamatan Abang, Pendamping Desa Kecamatan Abang, Pendamping Lokal Desa Laba Sari, Koordinator Program Siap Siaga Provinsi Bali, serta Yayasan IDEP Selaras Alam sebagai fasilitator kegiatan.
Melalui kegiatan ini diharapkan dokumen strategis PRB-API dapat terintegrasi secara efektif ke dalam perencanaan pembangunan desa sehingga mendukung terwujudnya Desa Laba Sari yang lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan.
Selasa, 13 Januari 2026
Lokakarya PKD dan Penyusunan RPB Desa Dorong Ketangguhan Labasari dan Nawakerti
Dalam rangka meningkatkan
kesiapsiagaan desa terhadap ancaman bencana dan dampak perubahan iklim, Desa
Labasari dan Desa Nawakerti, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, mengikuti Lokakarya Penguatan Penilaian Ketangguhan
Desa (PKD) dan Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Desa yang
adaptif terhadap Perubahan Iklim.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga
hari, 13–15 Januari 2026,
bertempat di Hotel Seamount Karangasem,
ini merupakan bagian dari Program Bali
Mandala 2026 yang dilaksanakan oleh Yayasan IDEP Selaras Alam dengan dukungan SIAP SIAGA.
Lokakarya ini diikuti oleh 80 peserta yang terdiri dari
perwakilan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa dan Kabupaten, relawan
desa, BPBD Kabupaten Karangasem, perangkat daerah terkait, serta Pendamping Desa dari Program Pembangunan dan
Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia.
Kehadiran Pendamping Desa P3MD
berperan penting dalam memastikan hasil penilaian ketangguhan desa dan dokumen
RPB Desa dapat selaras serta terintegrasi dengan dokumen perencanaan
pembangunan desa, seperti RPJM Desa dan
RKP Desa, sehingga dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.
Pada hari pertama, peserta melakukan
penguatan Penilaian Ketangguhan Desa melalui pengisian instrumen PKD BNPB
berbasis pentahelix secara partisipatif. Selanjutnya, pada hari kedua dan
ketiga, peserta menyusun Rencana Penanggulangan Bencana Desa yang terintegrasi
dengan strategi adaptasi perubahan iklim sesuai dengan kondisi dan potensi
lokal desa.
Pendekatan yang digunakan dalam
kegiatan ini menekankan partisipasi aktif masyarakat serta pemanfaatan konsep permaculture dalam pengelolaan
lingkungan dan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Melalui lokakarya ini, Desa Labasari
dan Desa Nawakerti diharapkan memiliki dokumen RPB Desa yang menjadi acuan
dalam perencanaan pembangunan desa serta memperkuat sinergi antara pemerintah
desa, masyarakat, dan Pendamping Desa dalam mewujudkan desa yang tangguh, aman,
dan berkelanjutan dalam menghadapi risiko bencana dan perubahan iklim.







