PAGU DANA DESA KE DESA TAHUN 2020 - 2030

DANA DESA (DDS) KABUPATEN KARANGASEM 2020–2030

Keterangan: Grafik data Dana Desa Ke Desa dari tahun 2020–2030.

REALISASI DANA DESA 2025

REALISASI DANA DESA TAHUN 2025

B L T

0

KETAHANAN PANGAN

0

STUNTING

0

PERUBAHAN IKLIM

0

POTENSI&UNGGULAN DESA

0

PEMANFAATAN TI

0

PKTD

0

NONEARMARK

0

Pencarian

LIVE

INFO KITA
📰 Agenda TPP: Terbitnya PERATURAN MENTERI DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL REPUBLIK INDONESIA, NOMOR 16 TAHUN 2025 TENTANG PETUNJUK OPERASIONAL ATAS FOKUS PENGGUNAAN DANA DESA TAHUN 2026, menjadi fokus pendampingan juga bagi TPP Kabupaten Karangasem dalam mengawal perencanaan dan penggunaan Dana Desa Tahun 2026 ◆◆◆ 📢 BUMDes: Penyertaan Modal Desa untuk Ketahanan ke BUMDesa setelah Perubahan APBDes 2025, tidak menyurutkan semangat BUMDes untuk mengimplementasikan di penghujung Tahun 2025 ◆◆◆ 🚨 Info: Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Karangasem sudah menyampaikan Aplikasi Sistem Keuangan Desa Tahun 2026 dan sudah online (Sisekudes V209) kepada seluruh desa di Kabupaten karangasem. 📰 Agenda TPP: Terbitnya PERATURAN MENTERI DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL REPUBLIK INDONESIA, NOMOR 16 TAHUN 2025 TENTANG PETUNJUK OPERASIONAL ATAS FOKUS PENGGUNAAN DANA DESA TAHUN 2026, menjadi fokus pendampingan juga bagi TPP Kabupaten Karangasem dalam mengawal perencanaan dan penggunaan Dana Desa Tahun 2026 ◆◆◆ 📢 BUMDes: Penyertaan Modal Desa untuk Ketahanan ke BUMDesa setelah Perubahan APBDes 2025, tidak menyurutkan semangat BUMDes untuk mengimplementasikan di penghujung Tahun 2025 ◆◆◆ 🚨 Info: Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Karangasem sudah menyampaikan Aplikasi Sistem Keuangan Desa Tahun 2026 dan sudah online (Sisekudes V209) kepada seluruh desa di Kabupaten karangasem.

PAGU DANA DESA PER DESA TAHUN 2026

PAGU REGULER DANA DESA TAHUN 2026
Kecamatan
Desa
Rp 0,-

SALUR DANA DESA TAHAP I& II

CEK SALUR DANA DESA TAHUN 2026 TAHAP I & II
Kecamatan
Desa
Rp 0,-

DATA KPM BLT DD 2026

DATA KPM BLT DD Tahun 2026

Selasa, 26 Mei 2026

Lokakarya Penyelarasan RPJMDes dan RKPDes Perkuat Ketahanan Iklim Desa di Karangasem

 Karangasem, 26 Mei 2026 – Asia Pacific Alliance for Disaster Management (A-PAD) Indonesia bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Karangasem menyelenggarakan Lokakarya Penyelarasan Manajemen Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim dengan RPJMDes dan RKPDes pada tanggal 25–26 Mei 2026 di Puri Madha Dive Resort, Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, BPD, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), serta Tenaga Pendamping Profesional dari Kabupaten Karangasem. Lokakarya bertujuan meningkatkan kapasitas para pemangku kepentingan dalam mengintegrasikan aspek Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim (PRB-API) ke dalam dokumen perencanaan pembangunan desa.

Pada hari kedua kegiatan, I Komang Kutawaringin selaku Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Karangasem hadir sebagai narasumber dengan materi “Peluang dan Konvergensi Penggunaan Dana Desa untuk Penanggulangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim (PRB-API)”. Materi tersebut menjelaskan berbagai peluang pemanfaatan Dana Desa untuk mendukung ketahanan iklim, mitigasi bencana, serta penguatan kapasitas masyarakat desa dalam menghadapi ancaman bencana dan dampak perubahan iklim.

Melalui diskusi dan penyelarasan dokumen perencanaan desa, peserta diajak mengidentifikasi program dan kegiatan yang dapat diintegrasikan ke dalam RPJMDes, RKPDes, dan APBDes. Hasil kegiatan diharapkan dapat menjadi dasar bagi desa dalam menyusun kebijakan dan program pembangunan yang lebih tangguh terhadap risiko bencana serta mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan desa yang aman, tangguh, dan berkelanjutan di Kabupaten Karangasem.

Kamis, 21 Mei 2026

Lokakarya Uji Publik dan Integrasi Dokumen Strategis PRB-API Desa Laba Sari Digelar


 Laba Sari, Karangasem, 21 Mei 2026 – Dalam upaya memperkuat pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim di tingkat desa, dilaksanakan Lokakarya Uji Publik dan Integrasi Dokumen Strategis Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim (PRB-API) ke dalam dokumen perencanaan Desa Laba Sari melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus). Kegiatan berlangsung pada Kamis (21/5/2026) di Kantor Desa Laba Sari.

Lokakarya ini merupakan bagian dari proses konvergensi PRB-API ke dalam dokumen perencanaan desa guna meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana dan dampak perubahan iklim. Melalui forum tersebut, para peserta diharapkan memberikan masukan, saran, dan penyempurnaan terhadap dokumen strategis PRB-API Desa Laba Sari.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain perwakilan BPBD Kabupaten Karangasem, TAPM Kabupaten Karangasem, Satgas Kencana Kecamatan Abang, Pendamping Desa Kecamatan Abang, Pendamping Lokal Desa Laba Sari, Koordinator Program Siap Siaga Provinsi Bali, serta Yayasan IDEP Selaras Alam sebagai fasilitator kegiatan.

Melalui kegiatan ini diharapkan dokumen strategis PRB-API dapat terintegrasi secara efektif ke dalam perencanaan pembangunan desa sehingga mendukung terwujudnya Desa Laba Sari yang lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan.

Rabu, 20 Mei 2026

Pelatihan Kadet Kesehatan Desa Pesaban

 Karangasem, 18 Mei 2026 – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Karangasem Melalui  Kepala Bidang Lembaga Desa menjadi Narasumber dalam Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu 6 SPM bagi seluruh kader posyandu 6 SPM sekedesaan Pesaban yang di selenggarakan di aula kantor Desa Pesaban, kecamatan Rendang, narasumber lain dari Puskesmas Rendang dan TAPM Kabupaten Karangasem.


Dalam paparannya, Kepala Bidang Lembaga Desa yang sekaligus sebagai Bendahara TP Posyandu Kabupaten Karangasem menyampaikan materi terkait Peran Kader Posyandu dalam Transformasi Posyandu 6 SPM sesuai Permendagri 13 tahun 2024


Tujuan pelaksanaan kegiatan ini antara lain:  

Meningkatkan pemahaman dan kompetensi Kader Posyandu dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi sesuai regulasi yang berlaku dimana berdasarkan Permendagri 13 tahun 2024 Posyandu yang awalnya bergerak dibidang kesehatan sudah bertransformasi menjadi 6 layanan SPM  yang dilaksanakan oleh kader Posyandu yaitu : 

1. Bidang Pendidikan

2. Bidang Kesehatan

3. Bidang Pekerjaan Umum

4. Bidang Perumahan Rakyat 

5. Bidang Sosial 

6. Bidang Trantiblinmas

Kegiatan berjalan interaktif dan disambut antusias oleh peserta. Diharapkan, melalui peningkatan kapasitas ini, Kader Posyandu Sekedesaan Pesaban semakin profesional dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.




#KarangasemAgung

#GemahRipahLohJinawi 

#PemkabKarangasem

#BupatiGusPar

#WabupGuruPandu

#DPMDKarangasem

#DPMDbisa

#BerinovasiUntukDesa

#ASNberakhlak

#BanggaMelayaniDesa

#SDGsDesa

Senin, 11 Mei 2026

Rapat Teknis Cluster Pendamping Desa Bahas KPMD, ID dan SiDD di Kecamatan Selat

 

Kegiatan Rapat Teknis Cluster Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa Kecamatan Sidemen, Selat, Rendang, dan Bebandem dilaksanakan pada Senin, 11 Mei 2026, bertempat di Aula Kantor Camat Selat. Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Selat, Koordinator TAPM Provinsi Bali, serta seluruh Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa dari empat kecamatan tersebut.

Rapat teknis ini membahas beberapa agenda penting terkait penguatan tata kelola dan pemberdayaan desa. Koordinator TAPM Kabupaten (Koorkab) I Ketut Sugiarta menyampaikan materi mengenai pendataan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) sebagai upaya memperkuat peran kader desa dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di desa.

Selain itu, PIC Indeks Desa (ID) I Dewa Agung A.H. Eka Dharma memberikan penjelasan terkait pemutakhiran data Indeks Desa (ID) yang menjadi dasar dalam pengukuran perkembangan dan kemandirian desa. Dalam kesempatan yang sama, PIC APBDes I Komang Kutawaringin memaparkan penyiapan data Sistem Dana Desa (SiDD) guna memastikan kelengkapan dan sinkronisasi data desa.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk koordinasi teknis dan penguatan kapasitas pendamping desa dalam mendukung program pembangunan desa agar berjalan lebih efektif, tepat data, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Camat Selat dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap sinergi antara pemerintah kecamatan, pendamping desa, serta pemerintah desa dapat terus ditingkatkan demi kemajuan desa di wilayah Kecamatan Sela
t dan sekitarnya.

Selasa, 28 April 2026

Dari Desa untuk Indonesia Sehat: Semiloka Nasional Adinkes 2026 Soroti Bahaya Rokok dan Ancaman TBC

 


Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, secara resmi membuka Semiloka Nasional Adinkes 2026 yang mengangkat tema “Indonesia Sehat dari Desa”. Kegiatan ini digelar di Hotel Lombok Raya, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Selasa (28/04/2026) dan dihadiri ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. lihat selengkapnya

Rabu, 22 April 2026

Forum Kemitraan Penguatan Pengendalian AIDS, TBC, dan Malaria Digelar di Karangasem





 Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) Wilayah Bali menggelar Forum Kemitraan dalam rangka penguatan pengendalian dan pencegahan AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria di tingkat desa dan kelurahan.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 22 April 2026 bertempat di Chic n Cozy, Jalan Pesagi, Subagan, Kabupaten Karangasem. Forum ini bertujuan memperkuat perencanaan dan penganggaran melalui kemitraan pendanaan APBDes dan kelurahan untuk mendukung program kesehatan masyarakat.

Acara diikuti oleh berbagai instansi terkait serta menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan, DPMD, Bappeda, dan tenaga ahli. Melalui kegiatan ini, diharapkan tersusun kerangka penganggaran desa dan kelurahan periode 2027–2030 guna mendukung pengendalian AIDS, TBC, dan Malaria secara berkelanjutan.

Jumat, 17 April 2026

Panen Perdana Berhasil, BUMDesa Sejahtera Bersama Talibeng Siap Produksi Beras Desa

Talibeng – Upaya meningkatkan ketahanan pangan desa terus dilakukan oleh BUMDesa Sejahtera Bersama Talibeng , yang berlokasi di Desa Talibeng , Kecamatan Sidemen . Melalui unit usaha ketahanan pangan, BUMDes menjalankan kegiatan pertanian padi dengan sistem kontrak lahan dan kerja sama bersama petani lokal.

Program ini bertujuan untuk mendukung ketersediaan pangan di tingkat desa sekaligus meningkatkan pendapatan desa dan kesejahteraan petani. Dalam pelaksanaannya, BUMDes melakukan pengelolaan lahan pertanian mulai dari tahap pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan, hingga panen.

Saat ini, BUMDesa Sejahtera Bersama Talibeng telah berhasil melaksanakan panen padi dari lahan yang dikelola. Hasil panen berupa gabah sedang dipersiapkan untuk memasuki tahap pengolahan menjadi beras. Beras hasil produksinya sendiri nantinya akan dipasarkan melalui unit usaha BUMDes untuk memenuhi kebutuhan masyarakat desa.

Perbekel Desa Talibeng, I Ketut Mudiasa , menyampaikan harapannya agar BUMDesa Sejahtera Bersama Talibeng dapat terus berkembang dan menjadi penggerak utama dalam mewujudkan kemandirian desa. Menurut beliau, keberadaan BUMDes dengan berbagai unit usaha yang dikelola diharapkan mampu mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.

“Kami berharap BUMDesa Sejahtera Bersama Talibeng dapat terus berkembang menuju kemandirian desa dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui berbagai unit usaha yang dikelola,” ujar Perbekel Desa Talibeng.

Program ketahanan pangan ini diharapkan menjadi salah satu contoh pengelolaan unit usaha desa yang produktif, inovatif, serta mampu memperkuat perekonomian masyarakat Desa Talibeng secara berkelanjutan. 🌾

Rabu, 08 April 2026


 Pemerinkatan BUMDesa 2026 di Desa Dukuh, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali, telah dilaksanakan pada hari Kamis, 9 April 2026. Acara ini difasilitasi oleh Tim Pendamping Desa (TPP) dan dihadiri oleh Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) PIC BUMDesa, I Kadek Sumadiarta, serta TAPM Kabupaten Karangasem, I Putu Arta Negara.


Turut juga hadir PD I Nengah Rumania, Made Purna Wisma, dan PLD I Nengah Suantara serta Ni Luh Krisna Putri. Peserta yang hadir berasal dari BUMDesa/BUMDesa Bersama se-Kecamatan Kubu. Tujuan dari pemeringkatan ini adalah untuk menilai kinerja BUMDesa dan meningkatkan kualitas pengelolaan BUMDesa.


Pemerinkatan BUMDesa ini merupakan proses penting untuk menilai kinerja BUMDesa, pengembangan usaha, dan kontribusi terhadap perekonomian desa [1].


BUMDesa/BUMDesa Bersama sendiri telah menunjukkan komitmen dalam meningkatkan perekonomian desa melalui berbagai program dan kegiatan. Dengan adanya pemeringkatan ini, diharapkan BUMDesa/BUMDesa Bersama dapat terus meningkatkan kinerjanya dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat desa.

Senin, 16 Maret 2026

PEMKAB KARANGASEM SELENGGARAKAN BIMTEK SISKEUDES VERSI 2.0.9 DALAM RANGKA PENINGKATAN KAPASITAS APARATUR DESA

Karangasem – Pemerintah Kabupaten Karangasem melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) versi 2.0.9 pada Senin, 16 Maret 2026, bertempat di Wantilan Sabha Prakerti Kantor Bupati Karangasem.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan administrasi pemerintahan desa, khususnya pada sub kegiatan pembinaan peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa dalam pengelolaan keuangan desa yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Peserta kegiatan terdiri dari perwakilan kecamatan se-Kabupaten Karangasem serta Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator TAPM Kabupaten Karangasem, I Ketut Sugiarta, bersama TAPM I Komang Kutawaringin.

Kegiatan Bimtek diawali dengan registrasi peserta dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Karangasem, I Made Agus Budiyasa, ST., MT. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan keuangan desa melalui pemanfaatan aplikasi Siskeudes versi terbaru.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini bertepatan dengan momentum menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 serta Hari Raya Idul Fitri 2026. Sehubungan dengan hal tersebut, Kepala Dinas PMD Kabupaten Karangasem turut menyampaikan ucapan selamat hari raya kepada seluruh peserta.

Melalui kesempatan ini, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Selamat Hari Raya Idul Fitri 2026. Semoga momentum hari raya ini membawa kedamaian, keharmonisan, serta semangat baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Adapun materi dalam kegiatan Bimtek ini disampaikan oleh narasumber dari Kementerian Dalam Negeri, yaitu Kasubdit Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Desa Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa, serta Admin Siskeudes Pusat, Bapak Adi Gaban Pangestu.

Melalui pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta mampu memahami dan mengimplementasikan penggunaan aplikasi Siskeudes versi 2.0.9 secara optimal, sehingga dapat mendukung terwujudnya tata kelola keuangan desa yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel di Kabupaten Karangasem.

Selasa, 20 Januari 2026

MEKANISME PENYALURAN DANA DESA TAHUN 2026

Kamis, 15 Januari 2026

DESA DUDA TIMUR BUKTIKAN DESA BISA DIGITAL

 Prestasi gemilang kembali ditorehkan Desa Duda Timur di kancah nasional. Desa yang berada di bawah kepemimpinan Perbekel I Gede Pawana ini sukses meraih Juara I Nasional Desa Digital, setelah mengungguli lebih dari 5.000 desa dari seluruh penjuru Indonesia dalam ajang kompetisi desa berbasis transformasi digital.


Penghargaan bergengsi tersebut diterima langsung oleh I Gede Pawana yang hadir mewakili masyarakat Desa Duda Timur dalam acara penganugerahan. Ia menegaskan bahwa capaian ini merupakan buah dari kerja keras dan komitmen panjang seluruh elemen desa yang telah dimulai sejak tahun 2017.

“Transformasi digital ini bukan pekerjaan instan. Kami membangunnya secara bertahap sejak 2017. Proses penilaian juga sangat panjang, hampir enam bulan, mulai dari verifikasi administrasi hingga penilaian langsung praktik di lapangan,” ungkap Pawana.

Dalam proses lomba, Desa Duda Timur berhasil melaju hingga tahap nasional setelah melewati seleksi ketat yang dilakukan oleh tim lintas kementerian dan lembaga. Tim penilai melibatkan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Desa, serta unsur independen yang menilai aspek inovasi, keberlanjutan program, dan dampak nyata bagi masyarakat desa.

Salah satu inovasi unggulan yang menjadi perhatian juri adalah aplikasi layanan masyarakat berbasis digital, termasuk fitur pencarian pendonor darah berdasarkan golongan darah secara real time. Inovasi tersebut dinilai sangat solutif dan berdampak langsung pada kebutuhan darurat warga.

Selain itu, Desa Duda Timur juga mencuri perhatian karena menjadi salah satu desa peserta yang telah memiliki sistem M-Banking desa, memungkinkan transaksi keuangan dilakukan secara digital dan terintegrasi dengan sistem perbankan nasional.

“Digitalisasi bagi kami bukan sekadar mengikuti tren, tetapi benar-benar menghadirkan kemudahan dan kecepatan layanan bagi masyarakat,” tegas Pawana.

Keberhasilan ini, lanjutnya, tidak lepas dari peran strategis Pendamping Desa yang selama ini aktif mendampingi proses perencanaan, penguatan kapasitas aparatur, hingga memastikan program digital berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Pendamping Desa dinilai menjadi jembatan penting antara kebijakan pemerintah dan implementasi nyata di tingkat desa.

“Pendamping Desa memiliki peran sangat penting dalam mengawal transformasi ini, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Sinergi inilah yang membuat program desa digital bisa berkelanjutan,” tambahnya.

Pawana juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari masyarakat desa, BPD, BPM, perangkat desa, hingga tim IT desa yang menjadi motor penggerak sistem digital. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Camat, Bupati, dan Gubernur yang selama ini memberikan arahan, pembinaan, dan dukungan terhadap pengembangan konsep smart village di Desa Duda Timur.

Tak lupa, ia memberikan penghargaan kepada PT Saebo Technology yang telah mendukung pengembangan dan pemeliharaan aplikasi desa digital selama hampir sembilan tahun terakhir.

Ke depan, Pawana berharap ajang penilaian desa seperti ini terus diselenggarakan sebagai motivasi bagi desa-desa lain di Indonesia untuk terus berinovasi dan berbenah.

“Jika kota indah karena gemerlap lampunya, maka Indonesia akan bersinar karena desa-desa yang maju, tertata, dan berdaya. Desa yang didampingi dan dibina dengan baik akan menjadi kekuatan besar bagi kemajuan bangsa,” pungkasnya.

Selasa, 13 Januari 2026

Lokakarya PKD dan Penyusunan RPB Desa Dorong Ketangguhan Labasari dan Nawakerti

 

Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan desa terhadap ancaman bencana dan dampak perubahan iklim, Desa Labasari dan Desa Nawakerti, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, mengikuti Lokakarya Penguatan Penilaian Ketangguhan Desa (PKD) dan Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Desa yang adaptif terhadap Perubahan Iklim.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 13–15 Januari 2026, bertempat di Hotel Seamount Karangasem, ini merupakan bagian dari Program Bali Mandala 2026 yang dilaksanakan oleh Yayasan IDEP Selaras Alam dengan dukungan SIAP SIAGA.

Lokakarya ini diikuti oleh 80 peserta yang terdiri dari perwakilan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa dan Kabupaten, relawan desa, BPBD Kabupaten Karangasem, perangkat daerah terkait, serta Pendamping Desa dari Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia.

Kehadiran Pendamping Desa P3MD berperan penting dalam memastikan hasil penilaian ketangguhan desa dan dokumen RPB Desa dapat selaras serta terintegrasi dengan dokumen perencanaan pembangunan desa, seperti RPJM Desa dan RKP Desa, sehingga dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.

Pada hari pertama, peserta melakukan penguatan Penilaian Ketangguhan Desa melalui pengisian instrumen PKD BNPB berbasis pentahelix secara partisipatif. Selanjutnya, pada hari kedua dan ketiga, peserta menyusun Rencana Penanggulangan Bencana Desa yang terintegrasi dengan strategi adaptasi perubahan iklim sesuai dengan kondisi dan potensi lokal desa.

Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini menekankan partisipasi aktif masyarakat serta pemanfaatan konsep permaculture dalam pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Melalui lokakarya ini, Desa Labasari dan Desa Nawakerti diharapkan memiliki dokumen RPB Desa yang menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan desa serta memperkuat sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan Pendamping Desa dalam mewujudkan desa yang tangguh, aman, dan berkelanjutan dalam menghadapi risiko bencana dan perubahan iklim.

Kamis, 08 Januari 2026

MERAWAT DESA DENGAN HATI

Hari Desa Nasional menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi atas perjalanan pembangunan desa, khususnya peran strategis Pendamping Desa dalam mengawal proses pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Di Kabupaten Karangasem, Bali, Pendamping Desa hadir sebagai mitra pemerintah desa dalam mewujudkan tata kelola desa yang partisipatif, transparan, dan berorientasi pada kemandirian desa, dengan tetap berlandaskan pada nilai-nilai kearifan lokal.

Pendampingan desa di Kabupaten Karangasem tidak terlepas dari berbagai tantangan yang kompleks. Setiap desa memiliki karakteristik sosial, budaya, dan geografis yang berbeda-beda. Perbedaan ini memengaruhi pola komunikasi, partisipasi masyarakat, serta cara pengambilan keputusan di tingkat desa. Pendamping Desa dituntut untuk mampu memahami karakter masyarakat setempat, membangun kepercayaan, serta menyesuaikan pendekatan pendampingan agar program pembangunan dapat diterima dan berjalan secara efektif. Pendekatan ini sejalan dengan nilai Desa Kala Patra, yakni bijak dalam menempatkan diri sesuai ruang, waktu, dan kondisi masyarakat desa.

Tantangan lain yang dihadapi adalah masih rendahnya Pendapatan Asli Desa (PAD) serta kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya kuat. Keterbatasan ini mendorong perlunya upaya bersama untuk menggali dan mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan, termasuk penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan ekonomi lokal berbasis sumber daya desa. Upaya tersebut sejalan dengan falsafah Tri Hita Karana, yang mengajarkan pentingnya keseimbangan dan keharmonisan antara manusia, alam, dan nilai-nilai spiritual dalam setiap proses pembangunan.


Peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi agenda penting dalam pendampingan desa. Perangkat desa, lembaga desa, serta kelompok-kelompok masyarakat perlu terus diperkuat agar mampu merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi pembangunan desa secara mandiri dan berkelanjutan. Nilai Tat Twam Asi menjadi landasan moral dalam proses ini, bahwa membangun desa bukanlah kerja individu, melainkan kerja bersama yang saling menguatkan dan saling peduli.

Dalam praktik pendampingan, semangat kebersamaan Menyama Braya menjadi kekuatan utama. Pendamping Desa, pemerintah desa, dan masyarakat berjalan bersama, saling mendukung, dan saling belajar dalam menghadapi berbagai keterbatasan. Dari proses inilah tumbuh kesadaran bahwa desa yang kuat bukan hanya diukur dari besarnya anggaran, tetapi dari soliditas warganya dan kemampuannya mengelola potensi secara bijaksana.

Marilah kita jadikan desa sebagai ruang tumbuh bersama. Mari rawat semangat gotong royong, kuatkan kolaborasi, dan bangun desa dengan hati yang tulus serta pikiran yang terbuka. Karena sejatinya, desa yang mandiri lahir dari masyarakat yang mau belajar, mau bekerja sama, dan tidak lelah berbenah.

“Bangunlah desa dengan kebersamaan, majukan desa dengan kearifan, dan sejahterakan desa dengan semangat persaudaraan.”

Dengan langkah yang seirama dan niat yang satu, desa-desa di Kabupaten Karangasem diharapkan mampu terus melangkah menuju desa yang mandiri, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai budaya luhur Bali.


Selamat Hari Desa Nasional 
15 Januari 2026

Menjadi Pendamping Desa adalah belajar tentang kesabaran, kebersamaan, dan harapan.
Perhatian untuk desa adalah langkah nyata menuju desa yang mandiri dan berdaya.

Pendamping Desa

Bendera Merah Putih Klik Mars Desa