Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 22 April 2026 bertempat di Chic n Cozy, Jalan Pesagi, Subagan, Kabupaten Karangasem. Forum ini bertujuan memperkuat perencanaan dan penganggaran melalui kemitraan pendanaan APBDes dan kelurahan untuk mendukung program kesehatan masyarakat.
Acara diikuti oleh berbagai instansi terkait serta menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan, DPMD, Bappeda, dan tenaga ahli. Melalui kegiatan ini, diharapkan tersusun kerangka penganggaran desa dan kelurahan periode 2027–2030 guna mendukung pengendalian AIDS, TBC, dan Malaria secara berkelanjutan.PAGU DANA DESA KE DESA TAHUN 2020 - 2030
DANA DESA (DDS) KABUPATEN KARANGASEM 2020–2030
Keterangan: Grafik data Dana Desa Ke Desa dari tahun 2020–2030.
REALISASI DANA DESA 2025
REALISASI DANA DESA TAHUN 2025
B L T
KETAHANAN PANGAN
STUNTING
PERUBAHAN IKLIM
POTENSI&UNGGULAN DESA
PEMANFAATAN TI
PKTD
NONEARMARK
Pencarian
LIVE
PAGU DANA DESA PER DESA TAHUN 2026
SALUR DANA DESA TAHAP I& II
DATA KPM BLT DD 2026
DATA KPM BLT DD Tahun 2026
Rabu, 22 April 2026
Forum Kemitraan Penguatan Pengendalian AIDS, TBC, dan Malaria Digelar di Karangasem
Jumat, 17 April 2026
Panen Perdana Berhasil, BUMDesa Sejahtera Bersama Talibeng Siap Produksi Beras Desa
Talibeng – Upaya meningkatkan ketahanan pangan desa terus dilakukan oleh BUMDesa Sejahtera Bersama Talibeng , yang berlokasi di Desa Talibeng , Kecamatan Sidemen . Melalui unit usaha ketahanan pangan, BUMDes menjalankan kegiatan pertanian padi dengan sistem kontrak lahan dan kerja sama bersama petani lokal.
Program ini bertujuan untuk mendukung ketersediaan pangan di tingkat desa sekaligus meningkatkan pendapatan desa dan kesejahteraan petani. Dalam pelaksanaannya, BUMDes melakukan pengelolaan lahan pertanian mulai dari tahap pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan, hingga panen.
Saat ini, BUMDesa Sejahtera Bersama Talibeng telah berhasil melaksanakan panen padi dari lahan yang dikelola. Hasil panen berupa gabah sedang dipersiapkan untuk memasuki tahap pengolahan menjadi beras. Beras hasil produksinya sendiri nantinya akan dipasarkan melalui unit usaha BUMDes untuk memenuhi kebutuhan masyarakat desa.
Perbekel Desa Talibeng, I Ketut Mudiasa , menyampaikan harapannya agar BUMDesa Sejahtera Bersama Talibeng dapat terus berkembang dan menjadi penggerak utama dalam mewujudkan kemandirian desa. Menurut beliau, keberadaan BUMDes dengan berbagai unit usaha yang dikelola diharapkan mampu mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.
“Kami berharap BUMDesa Sejahtera Bersama Talibeng dapat terus berkembang menuju kemandirian desa dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui berbagai unit usaha yang dikelola,” ujar Perbekel Desa Talibeng.
Program ketahanan pangan ini diharapkan menjadi salah satu contoh pengelolaan unit usaha desa yang produktif, inovatif, serta mampu memperkuat perekonomian masyarakat Desa Talibeng secara berkelanjutan. 🌾
Rabu, 08 April 2026
Pemerinkatan BUMDesa 2026 di Desa Dukuh, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali, telah dilaksanakan pada hari Kamis, 9 April 2026. Acara ini difasilitasi oleh Tim Pendamping Desa (TPP) dan dihadiri oleh Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) PIC BUMDesa, I Kadek Sumadiarta, serta TAPM Kabupaten Karangasem, I Putu Arta Negara.
Turut juga hadir PD I Nengah Rumania, Made Purna Wisma, dan PLD I Nengah Suantara serta Ni Luh Krisna Putri. Peserta yang hadir berasal dari BUMDesa/BUMDesa Bersama se-Kecamatan Kubu. Tujuan dari pemeringkatan ini adalah untuk menilai kinerja BUMDesa dan meningkatkan kualitas pengelolaan BUMDesa.
Pemerinkatan BUMDesa ini merupakan proses penting untuk menilai kinerja BUMDesa, pengembangan usaha, dan kontribusi terhadap perekonomian desa [1].
BUMDesa/BUMDesa Bersama sendiri telah menunjukkan komitmen dalam meningkatkan perekonomian desa melalui berbagai program dan kegiatan. Dengan adanya pemeringkatan ini, diharapkan BUMDesa/BUMDesa Bersama dapat terus meningkatkan kinerjanya dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat desa.
Senin, 16 Maret 2026
PEMKAB KARANGASEM SELENGGARAKAN BIMTEK SISKEUDES VERSI 2.0.9 DALAM RANGKA PENINGKATAN KAPASITAS APARATUR DESA
Karangasem – Pemerintah Kabupaten Karangasem melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) versi 2.0.9 pada Senin, 16 Maret 2026, bertempat di Wantilan Sabha Prakerti Kantor Bupati Karangasem.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan administrasi pemerintahan desa, khususnya pada sub kegiatan pembinaan peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa dalam pengelolaan keuangan desa yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Peserta kegiatan terdiri dari perwakilan kecamatan se-Kabupaten Karangasem serta Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator TAPM Kabupaten Karangasem, I Ketut Sugiarta, bersama TAPM I Komang Kutawaringin.
Kegiatan Bimtek diawali dengan registrasi peserta dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Karangasem, I Made Agus Budiyasa, ST., MT. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan keuangan desa melalui pemanfaatan aplikasi Siskeudes versi terbaru.
Lebih lanjut disampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini bertepatan dengan momentum menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 serta Hari Raya Idul Fitri 2026. Sehubungan dengan hal tersebut, Kepala Dinas PMD Kabupaten Karangasem turut menyampaikan ucapan selamat hari raya kepada seluruh peserta.
“Melalui kesempatan ini, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Selamat Hari Raya Idul Fitri 2026. Semoga momentum hari raya ini membawa kedamaian, keharmonisan, serta semangat baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Adapun materi dalam kegiatan Bimtek ini disampaikan oleh narasumber dari Kementerian Dalam Negeri, yaitu Kasubdit Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Desa Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa, serta Admin Siskeudes Pusat, Bapak Adi Gaban Pangestu.
Melalui pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta mampu memahami dan mengimplementasikan penggunaan aplikasi Siskeudes versi 2.0.9 secara optimal, sehingga dapat mendukung terwujudnya tata kelola keuangan desa yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel di Kabupaten Karangasem.
Jumat, 06 Februari 2026
Selasa, 20 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
DESA DUDA TIMUR BUKTIKAN DESA BISA DIGITAL
Prestasi gemilang kembali ditorehkan Desa Duda Timur di kancah nasional. Desa yang berada di bawah kepemimpinan Perbekel I Gede Pawana ini sukses meraih Juara I Nasional Desa Digital, setelah mengungguli lebih dari 5.000 desa dari seluruh penjuru Indonesia dalam ajang kompetisi desa berbasis transformasi digital.
Penghargaan bergengsi tersebut diterima langsung oleh I Gede Pawana yang hadir mewakili masyarakat Desa Duda Timur dalam acara penganugerahan. Ia menegaskan bahwa capaian ini merupakan buah dari kerja keras dan komitmen panjang seluruh elemen desa yang telah dimulai sejak tahun 2017.
“Transformasi digital ini bukan pekerjaan instan. Kami membangunnya secara bertahap sejak 2017. Proses penilaian juga sangat panjang, hampir enam bulan, mulai dari verifikasi administrasi hingga penilaian langsung praktik di lapangan,” ungkap Pawana.
Dalam proses lomba, Desa Duda Timur berhasil melaju hingga tahap nasional setelah melewati seleksi ketat yang dilakukan oleh tim lintas kementerian dan lembaga. Tim penilai melibatkan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Desa, serta unsur independen yang menilai aspek inovasi, keberlanjutan program, dan dampak nyata bagi masyarakat desa.
Salah satu inovasi unggulan yang menjadi perhatian juri adalah aplikasi layanan masyarakat berbasis digital, termasuk fitur pencarian pendonor darah berdasarkan golongan darah secara real time. Inovasi tersebut dinilai sangat solutif dan berdampak langsung pada kebutuhan darurat warga.
Selain itu, Desa Duda Timur juga mencuri perhatian karena menjadi salah satu desa peserta yang telah memiliki sistem M-Banking desa, memungkinkan transaksi keuangan dilakukan secara digital dan terintegrasi dengan sistem perbankan nasional.
“Digitalisasi bagi kami bukan sekadar mengikuti tren, tetapi benar-benar menghadirkan kemudahan dan kecepatan layanan bagi masyarakat,” tegas Pawana.
Keberhasilan ini, lanjutnya, tidak lepas dari peran strategis Pendamping Desa yang selama ini aktif mendampingi proses perencanaan, penguatan kapasitas aparatur, hingga memastikan program digital berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Pendamping Desa dinilai menjadi jembatan penting antara kebijakan pemerintah dan implementasi nyata di tingkat desa.
“Pendamping Desa memiliki peran sangat penting dalam mengawal transformasi ini, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Sinergi inilah yang membuat program desa digital bisa berkelanjutan,” tambahnya.
Pawana juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari masyarakat desa, BPD, BPM, perangkat desa, hingga tim IT desa yang menjadi motor penggerak sistem digital. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Camat, Bupati, dan Gubernur yang selama ini memberikan arahan, pembinaan, dan dukungan terhadap pengembangan konsep smart village di Desa Duda Timur.
Tak lupa, ia memberikan penghargaan kepada PT Saebo Technology yang telah mendukung pengembangan dan pemeliharaan aplikasi desa digital selama hampir sembilan tahun terakhir.
Ke depan, Pawana berharap ajang penilaian desa seperti ini terus diselenggarakan sebagai motivasi bagi desa-desa lain di Indonesia untuk terus berinovasi dan berbenah.
“Jika kota indah karena gemerlap lampunya, maka Indonesia akan bersinar karena desa-desa yang maju, tertata, dan berdaya. Desa yang didampingi dan dibina dengan baik akan menjadi kekuatan besar bagi kemajuan bangsa,” pungkasnya.
Selasa, 13 Januari 2026
Lokakarya PKD dan Penyusunan RPB Desa Dorong Ketangguhan Labasari dan Nawakerti
Dalam rangka meningkatkan
kesiapsiagaan desa terhadap ancaman bencana dan dampak perubahan iklim, Desa
Labasari dan Desa Nawakerti, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, mengikuti Lokakarya Penguatan Penilaian Ketangguhan
Desa (PKD) dan Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Desa yang
adaptif terhadap Perubahan Iklim.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga
hari, 13–15 Januari 2026,
bertempat di Hotel Seamount Karangasem,
ini merupakan bagian dari Program Bali
Mandala 2026 yang dilaksanakan oleh Yayasan IDEP Selaras Alam dengan dukungan SIAP SIAGA.
Lokakarya ini diikuti oleh 80 peserta yang terdiri dari
perwakilan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa dan Kabupaten, relawan
desa, BPBD Kabupaten Karangasem, perangkat daerah terkait, serta Pendamping Desa dari Program Pembangunan dan
Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia.
Kehadiran Pendamping Desa P3MD
berperan penting dalam memastikan hasil penilaian ketangguhan desa dan dokumen
RPB Desa dapat selaras serta terintegrasi dengan dokumen perencanaan
pembangunan desa, seperti RPJM Desa dan
RKP Desa, sehingga dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.
Pada hari pertama, peserta melakukan
penguatan Penilaian Ketangguhan Desa melalui pengisian instrumen PKD BNPB
berbasis pentahelix secara partisipatif. Selanjutnya, pada hari kedua dan
ketiga, peserta menyusun Rencana Penanggulangan Bencana Desa yang terintegrasi
dengan strategi adaptasi perubahan iklim sesuai dengan kondisi dan potensi
lokal desa.
Pendekatan yang digunakan dalam
kegiatan ini menekankan partisipasi aktif masyarakat serta pemanfaatan konsep permaculture dalam pengelolaan
lingkungan dan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Melalui lokakarya ini, Desa Labasari
dan Desa Nawakerti diharapkan memiliki dokumen RPB Desa yang menjadi acuan
dalam perencanaan pembangunan desa serta memperkuat sinergi antara pemerintah
desa, masyarakat, dan Pendamping Desa dalam mewujudkan desa yang tangguh, aman,
dan berkelanjutan dalam menghadapi risiko bencana dan perubahan iklim.
Kamis, 08 Januari 2026
MERAWAT DESA DENGAN HATI
Hari Desa
Nasional menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi atas perjalanan
pembangunan desa, khususnya peran strategis Pendamping Desa dalam mengawal
proses pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Di Kabupaten Karangasem, Bali,
Pendamping Desa hadir sebagai mitra pemerintah desa dalam mewujudkan tata
kelola desa yang partisipatif, transparan, dan berorientasi pada kemandirian
desa, dengan tetap berlandaskan pada nilai-nilai kearifan lokal.
Tantangan lain yang dihadapi adalah masih rendahnya
Pendapatan Asli Desa (PAD) serta kondisi ekonomi masyarakat yang belum
sepenuhnya kuat. Keterbatasan ini mendorong perlunya upaya bersama untuk
menggali dan mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan, termasuk
penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan ekonomi lokal berbasis sumber daya
desa. Upaya tersebut sejalan dengan falsafah Tri Hita Karana, yang
mengajarkan pentingnya keseimbangan dan keharmonisan antara manusia, alam, dan
nilai-nilai spiritual dalam setiap proses pembangunan.
Peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi
agenda penting dalam pendampingan desa. Perangkat desa, lembaga desa, serta
kelompok-kelompok masyarakat perlu terus diperkuat agar mampu merencanakan,
melaksanakan, dan mengawasi pembangunan desa secara mandiri dan berkelanjutan.
Nilai Tat
Twam Asi menjadi landasan moral dalam proses ini, bahwa membangun
desa bukanlah kerja individu, melainkan kerja bersama yang saling menguatkan
dan saling peduli.
Dalam praktik pendampingan, semangat kebersamaan Menyama
Braya menjadi kekuatan utama. Pendamping Desa, pemerintah desa, dan
masyarakat berjalan bersama, saling mendukung, dan saling belajar dalam
menghadapi berbagai keterbatasan. Dari proses inilah tumbuh kesadaran bahwa
desa yang kuat bukan hanya diukur dari besarnya anggaran, tetapi dari soliditas
warganya dan kemampuannya mengelola potensi secara bijaksana.
Marilah kita
jadikan desa sebagai ruang tumbuh bersama. Mari rawat semangat gotong royong, kuatkan
kolaborasi, dan bangun desa dengan hati yang tulus serta pikiran yang terbuka.
Karena sejatinya, desa yang mandiri lahir dari masyarakat yang mau belajar, mau
bekerja sama, dan tidak lelah berbenah.
Dengan langkah yang seirama dan niat yang satu, desa-desa di Kabupaten Karangasem diharapkan mampu terus melangkah menuju desa yang mandiri, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai budaya luhur Bali.
15 Januari 2026
— Pendamping Desa








